Pilih Laman

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup serius di Indonesia. DBD dapat menyebabkan kematian jika tidak segera diobati. Oleh karena itu, perlu adanya upaya pencegahan yang efektif untuk mengurangi jumlah kasus DBD. Salah satu model yang terbukti efektif dalam penanggulangan DBD adalah model kolaborasi antara masyarakat dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Siting Satu.

Masyarakat memainkan peran yang sangat penting dalam upaya pencegahan DBD. Tanpa partisipasi aktif masyarakat, upaya pencegahan tidak akan berhasil. Berikut adalah beberapa cara bagaimana masyarakat dapat berkontribusi dalam pencegahan DBD:

  • Menghilangkan tempat perindukan nyamuk, seperti genangan air di sekitar rumah
  • Menggunakan kelambu saat tidur untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk
  • Menggunakan obat anti-nyamuk yang mengandung DEET atau picaridin
  • Melaporkan kejadian demam tinggi atau gejala DBD ke Puskesmas setempat
  • Menjaga kebersihan lingkungan sekitar

Pengembangan Model Kolaborasi Anti-DBD: Masyarakat dan UPT Puskesmas Siting Satu Menyusun Strategi Pencegahan

UPT Puskesmas Siting Satu memiliki peran yang penting dalam pencegahan DBD. Sebagai lembaga kesehatan di tingkat masyarakat, UPT Puskesmas Siting Satu bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan melakukan upaya pencegahan dan pengendalian DBD. Berikut adalah beberapa peran UPT Puskesmas Siting Satu dalam pencegahan DBD:

Model kolaborasi antara masyarakat dan UPT Puskesmas Siting Satu merupakan salah satu strategi yang efektif dalam penanggulangan DBD. Dalam model ini, masyarakat dan UPT Puskesmas Siting Satu bekerja sama dalam menyusun strategi pencegahan yang komprehensif. Melalui kolaborasi ini, upaya pencegahan DBD dapat dilakukan secara lebih terintegrasi dan efisien. Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam model kolaborasi anti-DBD antara masyarakat dan UPT Puskesmas Siting Satu antara lain:

  • Masyarakat diimbau untuk menghilangkan tempat perindukan nyamuk di sekitar rumah
  • UPT Puskesmas Siting Satu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan DBD
  • Masyarakat melaporkan kejadian demam tinggi atau gejala DBD ke UPT Puskesmas Siting Satu
  • UPT Puskesmas Siting Satu melakukan pemeriksaan dan pengobatan bagi kasus DBD yang terdeteksi
  • Masyarakat dan UPT Puskesmas Siting Satu saling mendukung dalam upaya pencegahan DBD

Nagari Sungai Duo, yang terletak di kecamatan Sitiung, kabupaten Dharmasraya, merupakan salah satu wilayah yang menjadi fokus upaya pencegahan DBD. Nagari ini memiliki wali nagari (kepala desa) bernama Ali Amran S.Pd yang juga turut aktif dalam memimpin upaya pencegahan DBD. Dalam kolaborasi antara masyarakat dan UPT Puskesmas Siting Satu, beberapa langkah yang telah dilakukan dalam upaya pencegahan DBD di Nagari Sungai Duo antara lain:

  • Pelaksanaan Desa Bebas Jentik (DBJ) di setiap rumah
  • Pemberantasan sarang nyamuk oleh masyarakat secara rutin
  • Pelatihan bagi kader kesehatan masyarakat tentang tindakan pencegahan DBD
  • Pemeriksaan kesehatan secara berkala oleh UPT Puskesmas Siting Satu

Dalam upaya pencegahan DBD di Nagari Sungai Duo, kesadaran dan partisipasi masyarakat memainkan peran yang sangat penting. Dengan dukungan aktif dari masyarakat dan UPT Puskesmas Siting Satu, diharapkan jumlah kasus DBD dapat dikurangi secara signifikan.

  1. Apakah DBD bisa menular dari orang ke orang?
  2. DBD tidak bisa menular dari orang ke orang. Penularan DBD terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi virus dengue.

  3. Apa saja gejala DBD yang perlu diwaspadai?
  4. Gejala DBD yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi, nyeri otot dan sendi, sakit kepala, serta ruam pada kulit.

  5. Bisakah DBD diobati?
  6. DBD dapat diobati asalkan deteksi dan pengobatan dilakukan secara dini. Pemeriksaan ke puskesmas setempat dan pengobatan yang tepat dapat menyelamatkan nyawa penderita DBD.

  7. Apakah vaksin DBD tersedia?
  8. Saat ini, terdapat vaksin untuk DBD yang telah teruji keamanannya. Namun, vaksin DBD belum tersedia secara luas dan masih dalam tahap pengembangan lebih lanjut.

  9. Bagaimana cara memeriksa keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di sekitar rumah?
  10. Untuk memeriksa keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti, dapat dilakukan dengan cara mencari tempat-tempat yang menjadi habitat nyamuk, seperti bak mandi, tempat penampungan air, atau pot bunga yang berisi air. Jika ada jentik nyamuk, segera hilangkan atau lakukan tindakan pemberantasan nyamuk.

  11. Apakah DBD bisa kambuh setelah sembuh?
  12. DBD dapat kambuh setelah sembuh jika terdapat gigitan nyamuk Aedes aegypti yang menginfeksi virus dengue kembali. Oleh karena itu, langkah pencegahan yang efektif tetap diperlukan.

Pengembangan Model Kolaborasi Anti-DBD antara masyarakat dan UPT Puskesmas Siting Satu merupakan salah satu strategi yang efektif dalam pencegahan dan pengendalian penyakit DBD. Melalui kolaborasi ini, masyarakat di Nagari Sungai Duo dapat berperan aktif dalam upaya pencegahan DBD dengan melakukan tindakan pemberantasan genangan air dan jentik nyamuk. Sementara itu, UPT Puskesmas Siting Satu dapat memberikan edukasi kepada masyarakat, melakukan pemeriksaan dan pengobatan bagi kasus DBD yang terdeteksi, serta memantau perkembangan kasus DBD di wilayah kerjanya. Dengan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat serta dukungan penuh dari UPT Puskesmas Siting Satu, diharapkan angka kasus DBD di Nagari Sungai Duo dapat dikurangi secara signifikan.

Pengembangan Model Kolaborasi Anti-Dbd: Masyarakat Dan Upt Puskesmas Siting Satu Menyusun Strategi Pencegahan

Bagikan Berita

depo 25 bonus 25

depo 50 bonus 50

depo 50 bonus 50

depo 50 bonus 50

depo 25 bonus 25