Pilih Laman

Persoalan Stunting masih menjadi pekerjaan rumah bagi Nagari Sungai Duo dan dalam hal ini, Nagari Sungai Duo melakukan Pelatihan Konvergensi Stunting 2021 bertempat di Balai Nagari Sungai Duo. Pelatihan ini diikuti oleh 11 orang ibu hamil KEK dan10 Orang Balita yang mengalami Stunting. Pelatihan ini dibukak oleh Kasi Pelayanan Fitri Nurani yang mewakili Wali Nagari Sungai Duo, dalam hal ini Wali Nagari sedang melakukan Perjalanan Dinas Luar Daerah,  Jum’at 26 Februari 2021

Dalam pelatihan ini dihadiri oleh Endriyanto,SE  Kasi Aset dan Keuangn DPMD Dharmasraya, Tenaga Teknis Ferawati,  Ahli Gizi Marta Romally dan Sri Rahayu, S.sos kasi PMN Kecamatan Sitiung. yang dalam hal ini memberikan pengetahuan tentang pentingnya pencegahan stunting dan gizi yang harus di konsumsi oleh penderita stunting.

Faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting yaitu faktor gizi buruk yang dialami ibu hamil karena kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi ibu hamil dan anak itu sendiri, kita berharap melalui materi ini para ibu bisa mengetahui pentingnya gizi bagi ibu hamil dan anak balita.

Seperti yang terjadi pada ibu hamil, kadar hemoglobin tubuh lebih rendah daripada mereka yang tidak dalam kondisi hamil. Meski terbilang normal, ibu hamil tetap memerlukan pasokan hemoglobin tinggi. Dalam kondisi hamil, ibu memerlukan asupan tiga nutrisi pembentuk hemoglobin yakni zat besi, vitamin B12 dan asam folat.

“Sebenarnya ada program pemberian tablet tambah darah (untuk mengatasi anemia pada ibu hamil), tapi tidak dijalankan sesuai prosedur,” imbuh marta romally sebagai ahli gizi.

Sementara itu, Sri Rahayu, S.sos Kasi PMN (Pemberdayaan Masyarakat Nagari) mengatakan, saat ini permasalahan stunting atau menjadi PR bagi Kita Semua, sehingga melalui pelatihan ini dirinya berharap bisa sedikit teratasi dengan memberikan pengetahuan langsung kepada kader KPM Nagari Sungai Duo untuk mensosialisasikan kepada masyarkat Nagari Sungai Duo Khususnya.

Bagikan Berita